Integrasikan Bahasa Arab dan Budaya Madura, MPBA UIN Madura Luncurkan “Qasidah Taneyan Lanjhang” pada Dies Natalis ke-60 UIN Madura
- Diposting Oleh Admin Magister PBA
- Jumat, 24 Juli 2026
- Dilihat 305 Kali
Pamekasan – Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab (MPBA) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura meluncurkan sebuah karya seni sastra berjudul “Qasidah Taneyan Lanjhang" dalam rangka memeriahkan “Dies Natalis ke-60 UIN Madura” pada Jum’at (24/07/2026). Peluncuran qasidah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik dan kultural MPBA dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, bahasa Arab, serta kearifan lokal masyarakat Madura.
Qasidah Taneyan Lanjhang merupakan karya yang memadukan syair berbahasa Arab dengan terjemahan dan nuansa budaya Madura. Melalui karya ini, MPBA UIN Madura berupaya menghadirkan inovasi pembelajaran bahasa Arab yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan bahasa, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal sebagai bagian dari khazanah pendidikan Islam.
Judul "Taneyan Lanjhang" diambil dari konsep permukiman tradisional masyarakat Madura yang mencerminkan nilai kekeluargaan, kebersamaan, serta keharmonisan antargenerasi. Nilai-nilai tersebut kemudian diadaptasi sebagai metafora kehidupan akademik di UIN Madura yang menjunjung tinggi semangat kolaborasi, moderasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Syair qasidah diawali dengan ungkapan selamat datang kepada para pencari ilmu di UIN Madura sebagai kampus yang menjadi kebanggaan masyarakat Madura. Selanjutnya, qasidah menggambarkan identitas kampus yang mengusung nilai: “Religius, Kompetitif, dan Kolaboratif”, dipadukan dengan arsitektur kampus yang memadukan unsur tradisional dan modern serta keberadaan masjid sebagai pusat spiritualitas sivitas akademika.
Lebih jauh, qasidah juga memberikan pesan motivatif kepada para mahasiswa agar memiliki keyakinan dalam menuntut ilmu, tekun berdoa dan berikhtiar, serta mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan. Melalui penggalan syairnya, ditegaskan bahwa ilmu harus memberikan manfaat sebagaimana pohon yang menghasilkan buah, bukan sekadar menjadi pengetahuan yang tidak diamalkan.
Selain itu, karya ini mengangkat harapan agar UIN Madura terus menjadi sumber lahirnya para ulama, akademisi, dan pakar yang berpegang teguh pada prinsip “Islam wasathiyah (moderat)” sekaligus menjaga serta melestarikan budaya Madura. Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian budaya dapat berjalan secara harmonis dalam lingkungan perguruan tinggi Islam.
Plt. Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab UIN Madura, Dr. Siti Maisaroh, Lc., M.Pd., menyampaikan bahwa peluncuran qasidah ini merupakan bagian dari inovasi pengembangan pembelajaran bahasa Arab berbasis budaya lokal.
"Bahasa Arab tidak hanya dipelajari sebagai bahasa komunikasi dan kajian keislaman, tetapi juga dapat menjadi media untuk mengangkat nilai-nilai budaya daerah. Qasidah 'Taneyan Lanjhang' menjadi contoh nyata bahwa bahasa Arab mampu berdialog dengan budaya Madura sehingga melahirkan karya yang edukatif, inspiratif, dan membanggakan," ujarnya.
Sementara itu, penulis qasidah, Dr. Muhsin Muis, Lc., M.Pd.I., menjelaskan bahwa karya tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap perjalanan UIN Madura selama enam dekade dalam membangun tradisi akademik dan keislaman.
"Melalui qasidah ini kami ingin menghadirkan media dakwah dan pendidikan yang dekat dengan masyarakat. Bahasa Arab dipadukan dengan identitas budaya Madura agar nilai-nilai Islam, kecintaan terhadap ilmu, dan pelestarian budaya dapat disampaikan secara lebih menarik dan mudah diterima," tuturnya.
Peluncuran “Qasidah Taneyan Lanjhang" diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus melahirkan karya-karya kreatif yang mengintegrasikan bahasa, sastra, budaya, dan nilai-nilai keislaman. Momentum Dies Natalis ke-60 UIN Madura pun menjadi tonggak penting dalam memperkuat visi kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berakar pada tradisi lokal dan berwawasan global.
Berikut teks lengkap Qasidah Taniyan Lanjhang (قصيدة ساحة طويلة) dilengkapi dengan terjemah syair bahasa Indonesia:
|
عَلَى حَبِيبِكَ أَحْمَدَ إِلَيْكَ سَرَى |
۞ |
مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدَا |
|
جَامِعَةٍ خَيْرِ جَامِعَاتِ فِي مَدُرَا |
۞ |
اَهْلًا وَسَهْلًا بِجَامِعَةِ يَا كُبَرَا |
|
Selamat datang wahai orang-orang mulia *** di kampus terbaik yang berada di Madura |
||
|
عُرْفٌ حَفِيظٌ بِأَهْلِهَا وَمَا افْتُخِرَ |
۞ |
أَطْوِلْ بِسَاحَتِهَا بِذِي نُلَقِّبُهَا |
|
"Taniyan Lanjheng" begitu kami menyebutnya *** budaya yang selalu dijaga dan dibangga. |
||
|
ثُمَّ تَنَافُسِ قِيمَةً بِهَا ازْدَهَرَ |
۞ |
جَرَتْ عَلَى الدِّينِ وَاشْتِرَاكِ فِي عَمَلِ |
|
"Relegius, kompetitif, dan kolaboratif" *** tiga kata itulah sebagai semboyannya. |
||
|
تُبْنَى بِمَا وَرَثَ الْأَبَا وَمَا ابْتَكَرَ |
۞ |
أَجْمِلْ بِبُنْيَانِهَا بَانَتْ مَزِيَّتُهَا |
|
Indah sekali gedungnya, tampak ciri khasnya *** paduan antara model terkini dan lama. |
||
|
تَلْجَا إِلَى اللّٰهِ لَا مَرَحَ لَا كِبَرَ |
۞ |
مَا بَيْنَهَا مَسْجِدٌ بِهِ عَلَامَتُهَا |
|
Masjid ada di tengah gedung-gedung besarnya *** simbol kampus selalu berlindung pada Allah. |
||
|
فَإِنَّهَا هٰهُنَا شُفْ يَا شَبَابُ وَرَ |
۞ |
كُنْ وَاثِقًا لَا تَكُنْ تَشُكُّ فِي الْغَرَضِ |
|
Yakin dan jangan bimbang untuk mencari ilmu *** di sinilah tempatnya, di UIN Madura. |
||
|
عِلْمٍ وَمَعْرِفَةٍ مِنْ مُدُنٍ وَقُرَى |
۞ |
كَمْ مِن شَبَابٍ أَتَى قَصْدًا إِلَى طَلَبِ |
|
Banyak pemuda yang datang dari mana-mana *** baik itu dari kota maupun dari desa |
||
|
تُضِيءُ ظُلْمَتَهُ تُصْبِحْ لَهُ قَمَرَا |
۞ |
كَمْ مِنْ بَلِيدٍ بِهَا زَالَتْ بَلَادَتُهُ |
|
Orang bodoh menjadi hilang kebodohannya *** Ia bak rembulan sinari kegelapannya |
||
|
فَإِنَّ مَا كَانَ مَأْمُولًا لَقَدْ ظُفِرَ |
۞ |
قُلْتُ لَهُ: أُدْعُ وَاجْتَهِدْ بِلَا تَعَبِ |
|
Berdoalah dan berusahalah dengan gigih *** niscaya cita-cita kan tercapai semua. |
||
|
إِلَّا فَكُنْ شَجَرًا وَلَا لَهُ ثَمَرَ |
۞ |
وَاعْمَلْ بِمَا نِلْتَ مِنْ عِلْمٍ إِلَى الْأَبَدِ |
|
Amalkanlah ilmu yang telah diperolehnya *** agar tak seperti pohon tak ada buahnya |
||
|
سَيَنْبَعُ الْعُلَمَا مِنْهَا أَوِ الْخُبَرَا |
۞ |
لَعَلَّهَا مَنْبَعٌ فِي الْعِلْمِ وَالْأَدَبِ |
|
Semoga kampus ini menjadi sumber ilmu *** etika hingga lahir yang pakar di bidangnya |
||
|
وَيَحْفَظُونَ بِمَا رَسَخَ وَاثْتَمَرَ |
۞ |
وَإِنَّهُمْ يَنْهَجُونَ الْمَنْهَجَ الْوَسَطِيْ |
|
. Mereka pun ber-manhaj dengan manhaj moderat *** menjaga budaya yang berada di Madura |
||